11
Apr
14

Gangguan Pendengaran Pada Anak

Jangan langsung menghakimi si buah hati cuek ketika anak tak merespon panggilan Anda. Jangan-jangan ia mengalami gangguan pendengaran. Nah, berikut ini saya kutipkan tulisan tentang gangguang pendengaran pada anakdari situs tabloid NOVA. Continue reading 'Gangguan Pendengaran Pada Anak'

08
Apr
14

HASILKAN RATUSAN JUTA RUPIAH DARI BISNIS BATOK KELAPA

Bisnis batok kelapa yang ditekuni Subkhan kini sudah membuahkan hasil. Keuantungan sebulan yang diperoleh pria ini mencapai ratusan juta Rupiah.

Bisnis Batok Kelapa

Bisnis Batok kelapa

idebisnis.biz – Dari limbah batok kelapa yang ia sulap jadi aneka kerajinan, Subkhan Nur Taufik (42) mampu memperbaiki kehidupan ekonomi rumah tangganya. Selain membangun rumah lantai dua, membeli sebuah mobil, beberapa motor, dia kini mampu membeli sebidang tanah pekarangan yang rencananya akan digunakan sebagai bengkel kerja.

“Yang lebih membuat saya senang adalah, dapat menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat. Dari ratusan karyawan yang pernah bekerja di tempat saya, banyak yang kemudian mandiri dan membangun usaha sendiri. Dengan usaha itu, ekonomi keluarga mereka ikut terdongkrak,” katanya.

Dibantu 18 orang karyawan, sampai saat ini ada ratusan desain produk telah dibuatnya. Produk yang paling banyak dipesan adalah peralatan rumah tangga seperti gelas, teko, piring, sendok, sumpit, nampan, dan kap lampu.

Harga produknya beragam. Mulai dari yang termurah, berupa gantungan kunci, Rp2.500 per biji, hingga kap lampu seharga Rp150.000 per buah. Dalam sebulan usaha kerajinan ini mampu meraup omzet penjualan senilai lebih dari Rp150 juta.

Padahal pria yang tinggal di Dusun Santan, Guwosari, Pajangan, Bantul, Yogyakarta, ini mulanya hanya tergelitik dengan batok kelapa yang banyak menumpuk di halaman rumah tetangga. Maklum, masyarakat Desa Santan sejak dulu memang banyak yang usaha rumahan pembuatan minyak goreng berbahan kelapa. Sisa batoknya melimpah, dan biasanya hanya digunakan untuk kayu bakar atau bahkan dibuang begitu saja.

BERMODAL SEBUAH GERINDA

Dalam benaknya terpikir memanfaatkan limbah itu menjadi produk kerajinan yang bisa dijual. Lalu pada pertengahan 1992, ia memulai bisnis batok kelapa. Bermodal sebuah gerinda manual seharga Rp18.000, dia coba membuat gantungan kunci, pigura, sendok, teko, cobek dan perkakas rumah tangga lain dari batok. “Bekal saya yang utama cuma niat dan semangat mengatasi kesulitan hidup. Itu saja,” tegasnya.

Ia masih ingat, medio tahun 1996 usai pameran di Hotel Garuda Yogya, pria yang akrab dipanggil Nur ini mendapat pesanan dari Kanada berupa alat musik maracas (salah satu instrumen musik samba terbuat dari tempurung) sebanyak 10.000 biji. Harga per biji waktu itu Rp15.000. Pesanan inilah titik balik perkembangan usahanya. Dengan bendera Sanggar Cumplung Aji, hasil kerajinannya kini diminati para pembeli dari luar negeri seperti Kanada, Prancis, dan Spanyol.

Bahkan pada 2011 lalu, Nur mendapatkan pesanan dari buyer Jepang berupa pembuatan perangkat alat makan, seperti sendok, piring, garpu, nampan, dan teko. Pesanan itu bahkan berlanjut ke penandatanganan kontrak selama 1,5 tahun, senilai ratusan juta rupiah. Untuk menyelesaikan pesanan itu, dia mengerahkan 200-an tenaga kerja, yang kebanyakan para tetangganya, serta menambah peralatan berupa mesin bubut sebanyak 20 unit.

Tak sekadar itu, kepada para karyawannya, Nur juga mengajari mengelola usaha sendiri, mulai dari mendesain, memproduksi, memasarkan, serta mengelola keuangan. Tujuannya, agar para karyawan itu kelak mampu membuka usaha sendiri. “Ibaratnya, usaha saya ini menjadi tempat pendidikan bagi mereka. Dan terbukti mereka kemudian bisa mengikuti,” lanjut bapak dari dua anak itu.

Jerih payah Nur sedikit demi sedikit membuahkan hasil. Seiring dengan perkembangan usahanya, beberapa orang karyawan mulai melepaskan diri, dan membuka usaha sendiri. Saat ini, berdiri tak kurang dari 12 sentra usaha kerajinan batok berdiri di dusun itu. “Sebelum ada usaha batok, sebagian kaum pria menganggur. Bisa dibilang desa ini miskin dan sepi. Setelah tumbuh usaha itu, selain kian dikenal luas, (usaha ini) mampu memberikan tambahan masukan ekonomi sangat penting bagi masyarakat,” ujar Mudakir (38 ), Kepala Dusun Santan.

Nur tak hanya peduli pada usaha kerajinan batok. Dia juga merangsang perkembangan berbagai potensi bisnis yang ada di kampung tersebut. Seperti peternakan lele, pengolahan ikan air tawar, bahkan sablon.

Dusun yang dulu lengang, kini kian ramai dan dinamis berkat kehadiran berbagai bisnis yang dikembangkan oleh masyarakat setempat. Tentu tak bisa dipungkiri, Nur berperan besar menciptakan kondisi itu.

T. Wimarna

22
Nov
08

Pasar NOVA

pasar-nova

22
Nov
08

NOVA Edisi Terbaru

cover-nova-1083

14
Nov
08

Pelajaran Hidup dari Mahasiswa Azhar

Hari terakhir di Kairo, sengaja saya gunakan “jalan-jalan”. Pagi ke KBRI, untuk konfirmasi dengan salah satu konselor. Kelar menjalang adzan Dhuhur, setelah sejenak basa-basi. Sebelum melanjutkan perjalanan mampir di lokasi syuting, di daerah Attaba, sekalian pamitan dengan para kru dan artisnya. Hari itu saya ingin menuntaskan rasa penasaran, setelah berhari-hari lihat bangunan tua. Kemana? Ya, ke Star City, sebuah mal (ter) besar (saya kira) di Nasr City. Continue reading ‘Pelajaran Hidup dari Mahasiswa Azhar’

26
Oct
08

Belajar Setia pada Profesi

Ada cerita klasik dari seorang teman. Sudah 5 tahun ini menekuni bidang asuransi. Sukses? Ya, susah ngukurnya. Yang jelas, ia bisa menghidupi istri dan dua anaknya, yang bungsu baru nongol akhir Ramadhan lalu. Tinggal di kompleks perumahan menengah di wilayah Pamulang, Tangerang. Rumah itu, cerita teman saya, dibeli cash, setelah menjual mobil minibus plus uang tabungan dan pinjam sana-sini. Sekarang ke mana-mana dengan motor, tapi  kelas motor premium. Continue reading ‘Belajar Setia pada Profesi’

25
Oct
08

Lagi, Salah Prediksi….

Selembar selebaran nyampir di pintu garasi, Sabtu pagi. Judulnya, Bazar Buku Murah. Selain menyebutkan waktu dan tempat pelaksaan (yang ditulis dengan tangan), selebaran fotokopian itu juga memuat daftar judul buku plus harganya. Ada sekitar 150 buku yang ditawarkan. Dari buku TK sampai buku-buku urusan akherat.. Continue reading ‘Lagi, Salah Prediksi….’