Ada cerita klasik dari seorang teman. Sudah 5 tahun ini menekuni bidang asuransi. Sukses? Ya, susah ngukurnya. Yang jelas, ia bisa menghidupi istri dan dua anaknya, yang bungsu baru nongol akhir Ramadhan lalu. Tinggal di kompleks perumahan menengah di wilayah Pamulang, Tangerang. Rumah itu, cerita teman saya, dibeli cash, setelah menjual mobil minibus plus uang tabungan dan pinjam sana-sini. Sekarang ke mana-mana dengan motor, tapi kelas motor premium. Continue reading ‘Belajar Setia pada Profesi’
Archive for the 'Uncategorized' Category
Belajar Setia pada Profesi
Lagi, Salah Prediksi….
Selembar selebaran nyampir di pintu garasi, Sabtu pagi. Judulnya, Bazar Buku Murah. Selain menyebutkan waktu dan tempat pelaksaan (yang ditulis dengan tangan), selebaran fotokopian itu juga memuat daftar judul buku plus harganya. Ada sekitar 150 buku yang ditawarkan. Dari buku TK sampai buku-buku urusan akherat.. Continue reading ‘Lagi, Salah Prediksi….’
Barang Lama Bikin Sengsara
Tumben-tumbenan memulai hari Jumat yang menjadi hari tengat tanpa semangat. Kepala mendadak terasa pusing sepuluh keliling. Pilingan (hitam….ah masih bisa plesetan) terasa senut-senut. Ada apa ini? Migren? Ah bukan itu gejalanya, setelah cari info di ke gudang paman gogle yang menyimpan segala informasi apa saja. Tak punya duit kali? Ah…bukanya itu sudah terbiasa. Lalu apa coba? Continue reading ‘Barang Lama Bikin Sengsara’
Gledeg! Miris dengar perbincangan tiga teman wanita seruangan saat bubaran pabrik. “Pulange naik apa Mbak…..” baru nyadar….hari ini angkot yang biasa lewat depan kantor sudah dua hari ini mogok! Kasihan bener tiga embak-embak ini. Mereka sebenarnya tinggal tak jauh-jauh amat dari kantor. Tapi kalau jalan, pastinya gempor. Continue reading ‘Angkot Mogok: Lucunya Orang Jakarta!’
Tarif SLJJ Turun
Lihat di berita Indopos. Tarif telepon layanan SLJJ turun sampai 46%. Berita gembira? Tentu saja bagi pengguna jasa Telkom seperti saya ini. Ya, maklumlah, lewat telekom, saya selalu bersilaturahmi dengan orangtua saya nun jauh di sana.
Sejak saya merantau, Halo-halo minguan memang selalu saya lakukan. Meski sebatas tanya, “Bapak Ibu Sehat?” Atau jika lagi longgar, kerap “ngerumpi” soal macem-macem. Mulai dari hasil kebun sampai iklim yang berubah-ubah. Dengan telepon pun rasa kangen pun hilang, meski saya sebagai anak paling jarang pulang.
Dulu, ketika HP sedang gencar-gencarnya promosi sampai desa, ada kepikiran orangtua beralih saja ke telepon seluler. Pertimbangannya, kan bisa SMS-an, agar komunikasi bisa lebih irit. Tapi ketika pas pulang saya ajari SMS, ternyata beliau malah puyeng, ya sudah…. gak jadi saja.
Kalau dengan saudara yang lain, jarang sekali saya berhalo-halo. Paling SMS-an atau chating. Tapi dengan orangtua? Ya, tetap saja harus lewat suara. “Bapak Ibu Sehat?”
BELAJAR DEMOKRASI?
Jumat siang, sebelum masuk sholat Jumat, ratusan massa dengan atribut pakaian Islam menggelar unjuk rasa di beberapa ruas jalan utama di Yogyakarta. Aksi ini berakhir di perempatan depan kantor pos (dulu air mancur) yang menjadi salah satu urat nadi utama ekonomi Yogya. Dalam orasinya mereka menentang sistem ekonomi kapitalis dan mengajak masyarakat melakukan sistem ekonomi syariah yang dinilai lebih berpihak ke rakyat kecil.
Entahlah kenapa para pengunjuk rasa juga mengajak anak-anak mereka yang masih balita untuk berpanas-panas dan menghirup asap kendaraaan bermotor. Mau mengajari demokrasi sejak dini, mencari simpati, atau karena di rumah tidak ada yang momong?
Capek Dik?

Kemarin dapat tugas tambahan di sela-sela memantau kondisi Eyang Harto. Liputan beberapa tempat kuliner. Mungkin juragan berharap agar saya belajar mengasah lidah. Maklum selama ini lidah saya hanya bisa membedakan dua rasa. Enak dan enak sekali.
) Continue reading ‘Langkah Awal yang Salah! Meneketehe’
Postingan Pertama
Pertana punya account WordPress.com. Dicoba


Recent Comments