Membeli barang itu bagi saya tidak gampang. Apalagi barang yang lumayan ada harganya. Entahlah, saya kok merasa terlalu lama menimbang-nimbang. Mungkin, saya termasuk rakyat undur-undur yang menjunjung tinggi sifat bimbang dan ragu. Terserah, sampeyan mau bilang apa.
Saat pengen beli sepeda untuk off road, misalnya. Cukup lama saya menimbang-nimbang. Mungkin lebih dari 6 bulan. Awalnya buget yang ada sedianya akan dibelanjakan komponen. Setelah terkumpul baru dirakit. Diitung-itung, dengan uang yang ada, kala itu mendapat sepeda kelas menengah. Nah, ketika mulai banyak teman yang bisa diajak diskusi soal sepeda, ada pemikiran, kenapa buget tersebut tidak dibelikan frame dan shock yang mumpuni dulu. Komponen menyusul kemudian.
Rencana itu sebenarnya yang paling sreg di hati. Komponen utama sepeda memang ada di frame dan shock. Kata orang-orang, dua komponen ini akan menyumbang kenyamanan yang lumayan banyak. Apalagi jika kawinkan dengan komponen lainnya seperti grup set dll dari kelas atas. Dijamin, deh mak nyus!!! Program menabung komponen pun bakal dijalankan.
Di tengah jalan, ada tawaran baru. Sepeda second dengan frame dan shock yang sudah lumayan. Apalagi komponen lainnya juga sangat mendukung. Ya, frame GIANT XTR, cuma tahun lawas, 2002. Shock black manitou. Rem hidrolic hayes nine, disk brake. Group setnya Shimano. Harga? masih terjangkau tanpa harus nabung lagi.
Perang tanpa keributan pun berlangsung dasyat! “Untuk apa beli barang second?” bisik zetan dari kuping kanan. Eblish dari kuping kiri tak mau kalah. “Kalo you pengen beli baru, dengan kualitas segitu, sampe bongkok, tak akan mampu. Tolong camkan itu!!!” kata si eblish sambil berlalu.
Benar memang kata si Eblish itu. Tapi bisikan si zetan juga masuk akal. Setelah hampir seminggu ditimbang-timbang, akhirnya si Eblishlah yang menang!
Ketika mengincar seli = sepeda lipet juga begitu. Niatnya mau beli yang murahan dulu. Yang penting bisa dilipat. Tapi ketika tahu ada seli Giant, hati mulai tertambat. Tapi, apa yang didapat? Dahon akhirnya yang dikirim ke rumah.
Komputer jinjing juga sudah lama dipinang tapi belum juga ada ijab kabul. Baru setelah ada kemantapan, penghulu pun langsung dihalo-halo agar membawa pinangan ke kantor. Nah, yang terakhir, destop di rumah. Setelah pilih komponen sendiri, akhirnya mantab dirakit. Meski, begitu selesai, baru nyadar, wah….jatuhnya tinggi juga xxxxx-nya. Tapi karena hati dah mantap, ya apa boleh harap. Yang penting, jangan dapatnya tebu boleng (cacat) saja! Sudah menunggu lama, gak enak dimakan pula. Apes, kan?
26
Jun
08
cialis daub