Datang lagi, Si Lak Nat itu.
Archive for March, 2008
Lak Nat
Sisi Kanan Merepotkan
Entah mengapa, petugas SPBU di Jl. Ciputat Raya, khususnya yang melayani pengendara roda dua, selalu memilih sisi kanan jika jaga sendirian. Padahal hari itu pagi menjelang siang, secara matahari, lebih panas dari sisi kanan. Selain itu, petugas juga ada pilihan lain yakni motor lewat sisi kiri.
Bukan hanya panas, bagi pembeli yang dilayani dari sisi kanan cukup repot saat petugas mengucurkan bensin ke tangki. Jika berdiri di samping kiri motor, akan menutupi pentugas dan menggangu selang bensin. Satu-satu jalan, pembeli harus memegangi motor dari belakang. Repot kan? Ketika ditanya kenapa milih sisi kanan, Si Mbak cuma cengar-cengir! Mang Udel Surya Paloh. Mangsud Loh!.
Repot Nian
Kesederhanaan Bu Fat
Ketika mampir di musala Makam Karet Bivak, sempat terkejut. Di samping musala kecil dan kurang terawat itu ada nisan Pahlawan Nasional, Hj. Fatmawati. Nisan Bu Fat, tak ada yang beda dengan penghuni lain, kecuali sebuah papan petunjuk dan bendera merah putih. Continue reading ‘Kesederhanaan Bu Fat’
Rugi Satak Bathi Sanak
Saya kemarin terkesima mendengar cerita Mas Nur soal bisnis pembuatan minyak klentik, minyak sayur berbahan kelapa. Jika dihitung-hitung dengan kalkulator, jelas ia rugi. Untuk menghasilkan minyak sekilo, memerlukan 14 kelapa. Satu butir kelapa, harga Rp 1.000 sementara minyak sekilo dijual Rp 11.500. Padahal hari itu ia mengupas 2000 kelapa. Berapa banyak ia harus merugi. Continue reading ‘Rugi Satak Bathi Sanak’
Tak bisa dipungkiri, sekolah sekarang jadi ajang bisnis. Ya, maklumlah, penduduk negeri ini sudah nyaris mencapai angka 300 juta. Dan tentu anak-anak butuh sekolah. Sekolah negeri? Tentu tak mencukupi. Dan sekarang juga ada pergeseran, sekolah negeri tak selalu menjadi pilihan. Kecuali, universitas. Continue reading ‘Bisnis Sekolah, Jangan Tanggung-Tanggung’
Kemas Yahya Rahman
Oke juga langkah Jaksa Agung, Hendarman Supandji. Berani mempreteli jabatan bawahannya sendiri, meski belum ada bukti sang bawahan bersalah. Salah satu yang menjadi korbannya adalah, Jampidsus, Kemas Yahya Rachman. Mudah-mudahan langkah berani Cah Klaten ini menular ke lembaga-lembaga lain. Jadi setiap kali ada pejabat yang dicurigai melakukan tindak pidana, jabatan langsung dicopot. Biar pemeriksa tidak ewuh-pekewuh. Continue reading ‘Kemas Yahya Rahman’
BELAJAR DEMOKRASI?
Jumat siang, sebelum masuk sholat Jumat, ratusan massa dengan atribut pakaian Islam menggelar unjuk rasa di beberapa ruas jalan utama di Yogyakarta. Aksi ini berakhir di perempatan depan kantor pos (dulu air mancur) yang menjadi salah satu urat nadi utama ekonomi Yogya. Dalam orasinya mereka menentang sistem ekonomi kapitalis dan mengajak masyarakat melakukan sistem ekonomi syariah yang dinilai lebih berpihak ke rakyat kecil.
Entahlah kenapa para pengunjuk rasa juga mengajak anak-anak mereka yang masih balita untuk berpanas-panas dan menghirup asap kendaraaan bermotor. Mau mengajari demokrasi sejak dini, mencari simpati, atau karena di rumah tidak ada yang momong?
Capek Dik?




Recent Comments